Minggu, 07 Maret 2021

Membiasakan Budaya Malu

 Bismillah..

zona ke 7 dengan tema pendidikan seksualitas pada anak, hari ke 5 saya terapkan ke kaka Aili yang berusia 5 tahun untuk membiasakan tidak bertelanjang setelah mandi, memakai baju di kamar atau di kamar mandi setelah selesai mandi.

Hari ini, karena Ibunya sedang ada tamu, kaka Aili berteriak minta tolong diambilkan handuknya.

Aili : ibuuuu,,, tolong handuk.

ibu pun segera mengambilkannya.

Terkadang Orang tua menjadi teladan atau anak meniru apa yang orang tuanya lakukan, maka saya pun sebagai Ibu tidak membiasakan sembarangan membuka aurat di depan anak.



#harike5

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

#pendidikanseksualitasanakusiadini



Sabtu, 06 Maret 2021

Bahasa Pendidikan Seksualitas Anak Usia Dini

 


Bismillah..
zona 7 hari ke 4 pada pendidikan seksualitas pendidikan anak yaitu bahasa yang sering digunakan terkadang malu dan tabu, namun jika kita sebagai orang tua sudah tau batasan-batasannya, maka sebagai orang tua harus percaya diri apa yang harus dilakukan.

Biasanya diusia anak 0-2 tahun biasakan menyebut nama yang benar untuk bagian tubuh, khususnya genital (penis, vagina). Dapat diberikan melalui pesan-pesan di keseharian anak, misalnya meminta izin saat mau memandikan anak.

Pada usia 2-5 tahun, menyebut nama yang tepat untuk setiap bagian tubuh, biasakan menyebut nama yang benar untuk setiap bagian tubuh. Mulai kenalkan konsep batasan (personal boundaries); Pertama, agar anak mampu melindungi dirinya. Kedua, anak mampu menghargai dirinya dan orang lain. Kenalkan ‘sentuhan baik dan sentuhan tidak baik'. Ajarkan anak untuk berkata ‘tidak’, jika tak merasa nyaman dengan sentuhan di badannya.

Berikut istilah-istilah dalam pendidikan seksual pada anak usia dini :
  • alat kelamin/ kemaluan, disebut kemaluan karena kita semua akan malu kalau area pribadi di lihat orang lain, jadi kita harus menutupnya.
  • Melahirkan: proses keluarnya adik bayi
  • Hamil: dari mana adik bayi berasal? Ternyata berasal dari sel – sel Mama dan Papa yang sudah menikah.
  • Menstruasi/haid: pertanda perempuan sudah dewasa
  • Mimpi basah: keluar cairan khusus dari penisnya saats edang tidur.
  • Baligh: pertanda sudah besar atau dewasa. Kalau muslim, sudah wajib sholat dan puasa.
  • Sunat: membersihkan sedikit kulit di ujung penis agar lebih sehat dan merupakan perintah Rasulullah bagi umat Islam.

sumber hasil diskusi rangkuman IP Banten


#harike4

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

#pendidikanseksualitasanakusiadini

Jumat, 05 Maret 2021

Batasan-batasan dalam Pendidikan Seksualitas




Bismillah..

Zona 7 hari ke 3 masih membahas dari hasil diskusi pada kelompok IP Banten, tentang Pendidikan Seksualitas pada anak usia dini. Masih meneruskan pembahasan strong why ada batasan-batasan dalam pendidikan seksualitas yang harus dilakukan.

1. Sesuaikan materi pendidikan yang dibahas berdasarkan fase perkembangan anak. Misal saat usia balita anak dikenalkan anggota tubuhnya serta menjaganya.

2. Pendidikan seksual juga bersifat preventif, memberikan pemahaman bahwa tubuh yang kita miliki wajib dilindungi dari sentuhan orang lain.

3. Menerangkan dengan jelas saat anak bertanya tentang hal-hal yang berkaitan dengan seksual sesuai dengan pengetahuan anak.

4. Saat anak bertanya mengenai masalah-masalah seksual, orang tua sebaiknya tidak menghindar atau malah menghukumnya. adikan ini golden moment untuk membentuk kepercayaan anak, bahwa orang tua adalah sumber yang tepat untuk ditanyai tentang topik ini. Jangan sampai anak justru merasa bersalah bahkan malu. Alih-alih bertanya kepada orang tua, ia justru akan mencari sumber lain yang belum tentu tepat dan objektif mengenai topik seksual.



#harike3

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

#pendidikanseksualitasanakusiadini


Kamis, 04 Maret 2021

Pendidikan Seksualitas Pada Anak 2



Bismillah..
zona 7 pendidikan seksualitas pada anak usia dini, di hari ke 2 ini saya sharing hasil diskusi di kelompok kami dari IP Banten yang bertema Pendidikan seksualitas anak usia dini.

Budaya malu dan tabu, ketidaktahuan, dan ketidaksiapan mungkin menjadi barrier kuat dalam melakukan pendidikan seksual untuk anak usia dini. Maka menurut kami, seyogyanya orang tua harus membekali diri dan punya pondasi kuat dulu sebelum melangkah lebih lanjut.


Berikut adalah hasil diskusi kami mengenai persiapan orang tua untuk melakukan pendidikan seksual untuk anak usia dini.


Orang tua harus memiliki strong why.


1. Pendidikan seksual adalah bagian tanggung jawab pendidikan dari orang tua.


Anak adalah generasi masa depan, sehingga sudah menjadi kewajiban orang tua untuk menjaga agar  anak dapat melewati masa tumbuh kembangnya dengan rasa aman dan nyaman. Pengalaman yang baik di masa kecil akan mengoptimalkan tumbuh kembangnya, sedangkan pengalaman buruk dapat mengganggu tumbuh kembangnya. 


Ada beberapa hal yang bisa menghancurkan hidup seorang anak, yaitu penyalahgunaan seks antara lain pornografi, aborsi dan zina, sedangkan narkoba dianggap mempunyai andil dalam peningkatan seks bebas di kalangan remaja Yasmira (dalam Ambarwati, 2013). 


Gambaran mengenai banyaknya seks bebas maupun seks di bawah umur diduga antara lain karena mereka kurang memahami perilaku seks yang sehat. Hal ini berkaitan dengan kurang terbukanya informasi mengenai pendidikan seksual yang benar dalam masyarakat, bahkan kecenderungan tabu jika dibicarakan secara terbuka.


2. Bagian dari rasa bersyukur pada Allah.


Seksualitas adalah fitrah. Tubuh adalah anugerah Allah yg harus dijaga. Dengan mengajari anak menjaga tubuhnya adalah bagian dari rasa bersyukur ini.


Selain itu, anak adalah anugerah Allah yang luar biasa. Dengan menjaganya sebaik mungkin, termasuk dalam mendidik tentang permasalahan seksualitas, adalah bentuk tanggung jawab.


3. Kesadaran penuh dari orang tua agar anak-anak siap sedari dini mengenai masalah-masalah seksualitas.


Anak belajar sejak dini agar bisa menjaga dirinya dan menghargai dirinya supaya mereka dapat tumbuh dan berkembang nantinya sesuai dengan jenis kelamin/fitrah lahirnya mereka masing-masing.


4. Pendidikan seksual dapat dan justru harus dimulai sedari dini karena berhubungan dan sangat berkaitan dengan aspek tumbuh kembang yang lain, seperti tahapan perkembangan otak serta pemahaman anak hasil dari pengamatannya terhadap lingkungan sekitar.


Semisal bisa membedakan gender sembari belajar sholat karena tata cara antara lelaki dan perempuan dapat berbeda.


Makin dini mereka sadar, maka lebih bisa menyesuaikan seiring bertambah usia dan pengalaman.


5. Pendidikan seksualitas juga membantu anak untuk melindungi tubuhnya sendiri dari kejahatan-kejahatan seksual.



Buku "Anakku, Mari Belajar Tentang Seks”. Tim Pengasuh rubrik “Mari Kita Didik Anak-anak Kita” di situs islamonline.net. Mirqat Publishing. 2006


Resume kulwap kulwap “Pentingnya Tarbiyah Jinsiyah (Pendidikan Seks) untuk Anak dalam

Pandangan Islam" Bersama Teh Kiki Barkiah. Rabu, 20 November 2019  Kulwap Inisiatif Zakat Indonesia


#harike2

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

#pendidikanseksualitasanakusiadini



Rabu, 03 Maret 2021

Pendidikan Seksualitas Usia DIni

 


Bismillah..

Di zona 7 ini dimana dengan tema pendidikan seksualitas pada anak usia dini. Anak adalah fitrah yang diberikan kepada kedua orang tuanya, dimana peranan kedua orangtua sangatlah penting memperkenalkan bahwa anak fitrahnya sebagai perempuan dan laki-laki.

Dalam mendidik fitrah seksualitas sosok ayah ibu senantiasa harus hadir, namun proses pendidikan berbasis fitrah seksualitas memerlukan kedekatan yang berbeda untuk tiap tahapnya.

usia 0-2 tahun anak mau lelaki atau perempuan didekatkan pada ibunya karena menyusui.

usia 3-6 tahun anak didekatkan kepada ayah dan ibunya agar memiliki  keseimbangan emosional dan rasional, karena di usia 3 tahun anak sudah memastikan identitas seksualitasnya.

Kedekatan paralel ini membuat anak dapat membedakan sosok lelaki dan perempuan, sehingga secara alamiah paham menempatkan dirinya sesuai seksualitasnya, baik cara bicara, berpakaian, cara merasa, berfikir dan bertindak sebagai lelaki atau perempuan.

Bila masih belum jelas identitas diusia ini karena ketiadaan peran ayah ibu dalam mendidik maka potensi awal homo seksual dan penyimpangan seksualitas lainnya dimulai.

Usia 7-10 tahun anak lelaki didekatkan kepada ayahnya karena usia ini anak sudah punya tanggung jawab moral. Begitupula anak perempuan didekatkan ke ibunya agar peran keperempuan dan peran keibuannya bangkit.


sumber buku Fitrah Based Education

Harry Santosa



#harike1

#tantangan15hari

#zona7pendidikanseksualitas

#pantaibentangpetualang

#kuliahbundasayang

#institutibuprofesional

#pendidikanseksualitasanakusiadini

Nurmuayyadah