Senin, 09 November 2020

Aili Memasak Nutrijel

 

Bismillah..
Zona 3 Cerdas Emosional dan Spiritual di tantangan hari ke 12 ini family project kami adalah memasak nutrijel. Ayahnya yang beli, hasil request anak-anak anak yang suka agar-agar dan puding.

Rencana
Sebenarnya nutrijel ini sudah dibeli dari minggu lalu, namun karena sering dibelikan agar-agar yang dibelikan neneknya yang di bekasi saya mengurungkan untuk memasaknya, setelah agar-agar itu habis, Aili itu suka buka-buka lemari  piring, pakai ember bekas cat. Mungkin setelah membuka lemari ada nutrijel akhirnya Aili meminta buat memasaknya.

Kendala dan Aktual
Seperti biasa anak kedua Hanif suka ingin juga mengaduk-aduk, saling berebut bahkan terkadang sampai berantem. 
Aili lagi seneng-senengnya melakukan sendiri, seperti ibunya lagi goreng donat dia penasaran ingin ikutan juga, sekarang ketika memasak nutrijel pun dia ingin mencoba mengaduk-aduknya sampai mendidih.

Refleksi
Anak ini sangat antusias, tergambar ketika dipoto masya Allah bahagianya, bisa meneruskan dari zona 2 ini, maunya serba sendiri, keingin tahuan yang sangat besar. Aili suka masak ibu,, pernah ucapannya terlontar seperti itu. Alhamdulillah..

Persentase
95% 😍





Minggu, 08 November 2020

Ketoprak Langganan

 Bismillah..

Zona ke 3 tantangan hari ke 11 masih dengan tema Cerdas Emosional dan Spiritual. Hari ini project family saya ngajakin suami makan ketoprak langganan saya semasa dari belum nikah. Saya pernah makan bareng suami ketika memang sesudah menikah, bahkan saat itu Aili masih digendong-gendong.

Rencana

Karena saya belum sarapan, kebetulan sekalian saya setoran tunai ke bank daerah penancangan. Saya mengajak suami buat makan ketoprak, sebenarnya rencananya mau sabtu kemarin, karna hujan jadi terlaksana di hari minggu.

Kendala dan Aktual

Karena anak kami Hanif tidak begitu suka dengan ketoprak, maka dia merengek saja minta jajan, tetapi ketika lagi menikmati ketoprak, Hanif tetiba minta BAB (Buang Air Besar). Karena suami sudah selesai makan, maka saya meminta tolong anter anaknya untuk izin ke toilet. Saya pun melanjutkan makannya walau terburu-buru.

Refleksi

Alhamdulillah suami habis, itu mungkin tandanya dia antara laper atau memang doyan 😅😅😅. Pesanan suami tidak pedas, mungkin difikirnya Hanif mau, taunya tidak mau. Suami sering mengalah ketika makan dia memilih makan di luar jarang menuangkan sambal atau pedas, berbeda dengan saya.

Setelah ketoprak saya habis dan membayarnya, maka kami bersiap pulang, dan saya pun menanyakan kepada suami saat di perjalanan pulang jemput Aili yang menginap di rumah Abah (Kakeknya).

Ibu : Yah.. gimana rasanya masih sama ga ketopraknya? 

Ayah : Kalau aku mungkin karna ga pedas, rasa lontongnya masih sama lembut

Ibu : Kalau aku memang lontongnya sama, cuma untuk bumbu kayaknya masih enak Bapaknya (alm)

Ayah : iya sih ya masih enakan Bapaknya

Oia dulu ketoprak ini selalu dilayani oleh suaminya namanya bapak Leman, singkat cerita Pak Leman meninggal karena jantung, saya sempat kaget ketika Pak Leman meninggal, karena dulu tiap saya beli selalu mengobrol dengan beliau. Beliau orangnya ramah, dan baik banget kalau saya yang beli lontongnya suka dibanyakin 😁😁😁, moga pak Leman husnul Khotimah. aamiin

Persentase 

98% 😍





Sabtu, 07 November 2020

Makan Pisang Keju

 Bismillah..

tantangan di hari ke 10, zona 3 cerdas emosional dan spiritual. project bersama keluarga kali ini pada anak kedua kami yaitu Hanif makan pisang keju, sambil meneruskan di zona sebelumnya. menjadi sahabat anak. Kebetulan Hanif kemarin request pisang sama ayahnya sebelum pulang ke rumah.

Rencana

Kebetulan bahan-bahan membuat kue saya selalu stock, karena mamang saya sering membuat donat bareng anak-anak. Namun kali ini Ayahnya berkreasi pisangnya dipotong-potong dan dikasih parutan keju.

Kendala dan Aktual

Alhamdulillah tidak ada kendala

Aktualnya, Hanif itu memang dari mulai MPASI sangat suka sekali makan buah-buahan. Dulu malah ga suka nasi, seringnya makan buah. Makanya pas pulang ayahnya dia minta dibawakan pisang 😅. Dia meminta Ayahnya untuk memotong-motong pisang, dan Hanif yang menuangkan susu kental manis bersama parutan keju ditabur juga meses. Dia pun tak mau disuapin 😁

Refleksi

Waah kayaknya tuh Hanif menikmati sekali menu pisang kejunya, sampai ini anak menawarkan untuk menyuapi Ibunya yang tidak begitu suka pisang.

"Bu.. aaa bu aaa" ibunya suruh buka mulut.. aaaahhh baiklah karna ini anak minta menyuapi ibunya jadi saya bersedia makan walau hanya satu suap.

"Adek suka ya? enak dek?" saya pun menanyakan reaksinya

"iya bu enak" tanggapnya

saya pun menanyakan kembali, "adek seneng bikin pisang keju sama ayah?"

anaknya pun Bahagia Alhamdulillah "seneng"

Persentasi

93% suka dan bahagia 😍


masya Allah Tabarakallah..





Jumat, 06 November 2020

Aili nginep di Rumah Abah

 Bismillah...

zona 3 Cerdas Emosional dan Spiritual, hari ke 9 masih dengan berteman dengan anak..

 Rencana

Rencana kali ini Aili minta nginep di rumah Abah, karna di sana masih banyak sepupunya yang pada nginep buat gantian jagain Abah yang masih sakit. Jadi Aili pun menyiapkan semuanya sendiri

Aktual dan Kendala

Alhamdulillah tidak ada kendala di rencana kali ini, mungkin karena ada Ayahnya, jadi adiknya ga sedih

Semua dipersiapkannya mulai dari baju ganti, pakaian dalam, juga sikat giginya.

Refleksi

Saya menanyakan kepada Aili, "ka.. emang seneng nginep gitu?" dia pun menjawab "iya bu..aku seneng". 

"senengnya kenapa ka?. rame ya ka?"

dia pun menjawab "iya bu.. disana rame ada teteh irin, teteh caca"

Persentase

90% 😍




Kamis, 05 November 2020

Periksa ke Klinik

 Bismillah..

Zona 3 Cerdas emosional dan spiritual di hari ke 8 ini, project family kami adalah memeriksakan anak-anak ke klinik. karna kemarin hanif ngeluh sakit perut saja, dan Aili batuk terus menerus.

Rencana

Karena ada Ayahnya anak-anak WFH, setelah selesai keraannya, lagi-lagi Hanif ngeluh sakit perutnya. "Ibuu.. cakit elutt (ibuu sakit perut)" dan begitupun ke ayahnya, saya hanya mengolesinya minyak takutnya perutnya kembung, karna diare pun ngga. Akhirnya Kami putuskan untuk memeriksakan ke klinik yang biasa kami berobat di daerah Cipocok.

Kami pun menawarkan, "dek, periksa yuk?" anaknya langsung pada semangat.

Sebelum azan magrib akhirnya kami berangkat ke klinik, sampai sana magrib.

Aktual dan Kendala

Seperti biasa kami mendaftarkan anak-anak yang akan diperiksa, dan menimbang berat badannya. Setelah nama anak-anak dipanggil, kami masuk ke ruang pemeriksaan. Ketika Aili diperiksa alhamdulillah tidak ada kendala, anaknya mau diperiksa, dan saatnya Hanif, padahal di rumah sudah antusias dan sebelumnya saya sudah ngobrol dari rumah. "nanti adek diperiksa ya", sambil memperaktekkannya. Sambil dibujuk dan diperaktekkan kembali contoh periksa pada kakanya Aili akhirnya Hanif pun mau diperiksa.

Refleksi

Setelah diperiksa keduanya, saya pun menanyakan keadaannya, bagaimana sekarang adek setelah diperiksa? seneng ? udah agak baikan kah?

Anak-anak pun selalu menjawabnya dengan senang. 😆😆😆 Alhamdulillah

Persentase

90% 😍 semoga sehat-sehat semua


Masya Allah Tabarakallah






Nurmuayyadah